Jeda yang nyaman sering lahir dari kebiasaan yang diulang setiap hari. Rutinitas kecil memberi struktur tanpa terasa membebani.
Misalnya, selalu merapikan meja sebelum berhenti, atau menyiapkan minuman favorit sebagai tanda waktu jeda.
Kebiasaan ini membantu kita berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain dengan lebih lembut.
Hari pun terasa tidak terpotong, melainkan tersusun dari rangkaian momen yang saling terhubung.
Dengan rutinitas mini seperti ini, jeda menjadi bagian yang dinantikan, bukan sekadar selingan.

